Pemuda Cerdas Lawan Radikalisme

0
174
views
Radikalisme dan Terorisme, Sapa Takut !!!

Kata radikal mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita, kata yang sering kita asumsikan sebagai kekerasan, penembakan, pembunuhan, pembantaian dan masih banyak asumsi kekerasan lainnya.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)  kata radikal memiliki arti  “paham atau aliran yang radikal dalam politik;  paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis; sikap ekstrem dalam aliran politik”

Dari pengertian di atas dapat kita asumsikan bahwa radikalisme merupakan suatu paham yang dianut oleh sekelompok orang atau lebih yang ingin merubah tatanan suatu kelompok dengan ideologi atau pemahaman yang selaras atau sejalur dengan mereka.

Dalam kutipan Prof, Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA. “islam saja tanpa nasionalisme akan menjadi ekstrem dan nasionalisme saja tanpa landasan islam akan kering”. Dari kutipan tersebut dapat kita tarik kesimpulan bahwa Agama dan Negara harus saling mendukung satu sama lain agar menjadi satu kesatuan yang utuh, jika keduanya terpisah akan terjadi ketimpangan sosial, seperti kekerasan radikal dan terorisme.

Salah satu kejadian yang pernah terjadi terkait dengan radikalisme dan terorisme adalah kasus bom JW Mariott di kawasan mega kuningan Jakarta. Dalam rekaman video yang dilakukan  sebelum bom bunuh diri dilakukan, terdapat pesan singkat bahwa aksi tersebut merupakan tindakan kebenaran menurut ideologinya. Hal tersebut mencerminkan  bahwa anak muda bangsa Indonesia sudah dimasuki pemikiran-pemikiran radikal dan terorisme.

Aksi mengatasnamakan agama sangat sering di gunakan untuk mempermulus aksi teror, persefsi pandangan agama yang damai sudah dibelokkan kearah kekerasan .

Seiring waktu berkembang, kemajuan teknologi yang tidak bisa dibendung, menjadi sarana terorisme radikalisme, untuk merekrut anggota untuk dijadikan kaum ekstrem, seperti banyaknya akun media sosial semisal Fb, WA, Instagram dan masih banyak lainnya.

Dari penggunaan medsos yang dominan dikonsumsi oleh para remaja,  seyogyanya itu dapat menjadi perhatian bersama, agar masyarakat jangan sampai terjerumus dari pengaruh radikal.

Penulis ingin menyampaikan bahwa tindakan radikalisme perlu diwaspadai di media sosial. Bagaimana kita harus menangkalnya? Sikap yang harus di tunjukkan oleh  seorang anak muda yaitu harus memiliki sikap skeptis atau tidak mudah percaya terhadap konten-konten yang berbau isu SARA, berita yang telah dibaca sepatutnya didiskusikan, jangan mudah terpengaruh oleh gambar yang bersifat menghasut.

Keberagaman menjadi hal yang mutlak dan sebuah keniscayaan, menghargai perbedaan adalah suatu cara untuk menjaga perdamaian di muka bumi ini, bukankah pelangi itu indah karena beragam warna, lalu bagaimana dengan kehidupan manusia apakah akan seperti pelangi? Semua tergantung pada diri kita sendiri.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here